Ini blog saya yang baru, sebelumnya beralamat atjie-lovestoshout.blogspot.com, tapi karena terlalu panjang, dan saya kira itu isinya sampah smua, jadi saya bikin yang baru deh!! kasi comment jangan lupa ya!!!
Pagi hari saya lalui seperti biasa .. perjalanan kampus juga seperti biasa .. melalui jalan yang sama, melalui pabrik itu, mencium wangi duren, yang membuat saya berpikir bahwa itu adalah pabrik duren.. wait..duren ga dibikin di pabrik, itu nama buah.. lalu ibuku berkata bahwa itu pabrik obat batuk, entah kenapa.. sampai pada suatu hari saya membaca pengumuman 'JUAL BISKUIT SETIAP KAMIS PUKUL 10.00 - 16.00' .. ooh.. itu pabrik biskuit..setelah diklarifikasi, sekarang otak saya punya persepsi dan membayangkan biskuit Mari setiap lewat situ.
berhenti di lampu merah terlama di Bandung, yang membuat saya pengen membujuk para ilmuwan untuk menciptakan remote control lampu lalu lintas.
menelusuri Ibrahim Adjie, dan terbiasa untuk berhenti mengutuk betapa crowdednya lalu lintas diatas jam 8 pagi .. huff..lagi-lagi menyelap-nyelip..
naik flyover dan menengok kiri, ke bawah, betapa membludaknya masyarakat yang ingin terapi ceragem gratis. kebanyakan ibu-ibu, dan mereka membawa payung warna-warni..
dipuncak, melihat hamparan luas kota Bandung, seperti home theater 3D, bedanya ini ada efek angin dan terkena asap knalpot truk yang membawa puluhan galon air mineral, yang pernah kecelakaan dan membuat ratusan liter air bersih sia-sia terhambur ke samping dan bawah..
dataran tinggi di sebelah sana, hari ini terlihat jelas, tanpa kabut, dan berhias langit biru yang bagai bernapas lega tanpa nimbus..
turun, membelok ke kiri, dan seperti biasa, hampir terseret-seret, tapi semakin hari semakin ahli, terseret bagaimanapun, saya tak pernah kecelakaan, semoga ga akan pernah, aminn..
lagi-lagi, dimaki penyetir roda empat di daerah ini..hampir setiap hari, lalu menghadapi bis kota yang sudah lama tidak saya takuti lagi..
jalan Supratman yang selalu bersih dan dihiasi pepohonan nan rindang, membuat saya selalu semangat untuk ngebut..
tidak lama kemudian, saya sampai dikampus, bersusah payah mencari tempat parkir, karena ada panggung di lapangan tengah..
kuliah hari ini berasa cepat.. hal yang sangat menyebalkankankankan sekali, terjadi 2 kali hari ini..
pertama waktu di koperasi mahasiswa.. teman saya yang dititipkan sesuatu entah apa, membuat saya ambil tindakan untuk duduk dipinggir.. dan membuat saya menyadari bahwa disitu ada makhluk hidup yang bernama... ...bipp..... reflek saya berteriak, dan sembunyi di punggung teman saya. Demi tuhan saya benci hewan itu... masih mengumpulkan sisa-sisa kewarasan, berjalan menuju kelas dengan setengah nyawa...
kedua kuliah kedua hari ini adalah Ilustrasi Aplikatif.. dengan santai menaiki tangga gedung 19, dan agak tersita perhatiannya oleh kerumunan senior dan seorang junior di sebelah kiri, karena penasaran saya tengok dan mengintip-ngintip... SH*T... hewan itu lagi!! tidak sama tapi masih satu familia... bukan satu tapi 3.. kenapa?? ke..na..pa?? KENAPPAAAAA???? masih shock menuju musholla, mengumpat-ngumpat tak jelas entah untuk siapa.. demi menenangkan diri, saya duduk.. ambil napas, dan mengobrol hal-hal ringan demi menghilangkan bayangan yang barusan sempat terekam dan tak mau hilang.. merasa sudah cukup, saya berdiri mau ambil wudlu.. dan disitulah.. pria berbaju hitam habis 'memandikan' ular di WC.. why on earth?? apa-apaan itu?? mandiin ular di WC .. O my gosh.. beruntung ular yang dibawanya, bukan hewan itu.. mungkin adik kelas saya itu supplier reptil.. tapi kenapa beliau transaksi di kampus?? oh...god...
jadi pengen bikin sign
-NO REPTILE ALLOWED IN THIS BUILDING-
setelahnya saya pulang membeli awug, yang sedang digila-gilai si babeh.. dan melaju secepat angin supaya pulang dalam keadaan kering. di perjalanan serasa berlomba dengan awan nimbus yang tiba-tiba datang dari arah timur Bandung.
Cuaca Bandung bisa berubah dalam hitungan jam, sekarang.
Semoga tidak ada lagi reptil di gedung 19.. amin..
Rada ga penting mungkin, saya berbagi hal ini sama kalian .. Well, yg jelas sy seneng kalo kalian mau baca sampai akhir ..
So, this is story about my name .. Waktu kecil, sebagaimana keluarga dekat termasuk saudara jauh ingin memanggil nama seorang makhluk yg baru keluar dari rahim seorang ibu, dengan nama yg imut .. Lalu nama Asri Yuliana yang berarti perempuan di bulan juli yg (diharapkan) selaras serasi seimbang indah memesona layakny judul2 buku ppkn jaman SD, Asri, diubah menjadi Aci.
Keluar dari rumah, ke daerah tetangga, seiring perkembangan organ dan otot serta tulang saya, saya berjalan-jalan, setelah melalui proses merangkak alias ngorondang dan jatuh bangun, para tetangga memanggilku 'Asep' .. Dengan dugaan yg pasti bahwa sy ini berjenis kelamin pria, padahal itu hany karena si babeh yg senang bereksperimen dgn rambut saya, dan membuatny tampak bagai kaum adam.
Sedangkan dirumah sampe sekarang sy dipanggil Ade.
Menginjak bangku sekolah -kiasan, sy diperkenalkan dengan dunia luar sebagai Asri, and so on sampe Smp kelas 1. Panggilan Ade dirumah, selalu, panggilan Aci sesekali terdengar dari saudara-saudara. Smp kelas 2, teman saya Okeu, yg ternyata menginspirasi saya akan obsesi pada strawberry, membuat julukan pada diriny -Okeu LoveLove Strawberry- dan dia menagih julukan atas namaku, yg jadiny dia memanggilku Aci, dan beberapa teman sekelas juga, dan teman2 lain yg baru saya kenal ketika menginjak tahun ketiga.
Masuk Sma, sempat sy pikirkan serius, apa panggilan untuk sy kelak, karena di Sma semua orang2 baru .. Asri atau Aci ?
Maka sy biarkan mereka mengenal sy sebagai Asri. Sering terjadi kesalahan umum dalam penyebutan nama sy oleh para guru, bahkan TU, jadi saya selalu memverifikasi kembali keakuratan data tentang diri saya pada dokumen mereka. Kesalahan Smp, nama saya jadi Asri Yuliani. Kesalahan Sma, nama saya jadi Astri Yuliana. Kesalahan fatal, sempat ditulis Astri Yuliani.
Saya kehilangan jati diri ..
Setiap guru menulis nama saya atau menyebutny, karena selalu salah, sampai2 yg meralat bukan hanya sy, tapi teman2 sekelas .. "Asri, bu, ga pake T" -tahun pertama
Lalu saya dibukakanlah matany oleh Tuhan, bahwa manusia kadang mempunyai keterbatasan, bahkan dalam menyebut R dan S ..
Sering jadi korban, nama saya disiksa menjadi Aseli dan Athri ..
Akhirny saya membuat keputusan, bahwa saya dipanggil Aci saja, demi keiritan karakter dan toleransi pada mereka yg cadel .. Mereka menulis namaku Achie, Acy, Acie, Achy, apapun, tapi aku disebut Aci ..
Sedangkan Atjie, hanya saya yg mencoba 'branding' kecil2an dari celetukan adik saya yg berbakat di bidang Linguistik ..
Dan terkadang .. Ketika saya dipanggil Asri, sy merasa menjadi orang lain ..
Di suatu hari..ketika tiba-tiba saya menikmati waktu dengan kesendirian..yang kebetulan, teman baik saya tidak masuk hari itu, maka saya memutuskan untuk mencari sesuatu. Tanpa disadari saya sudah memarkirkan motor di depan gedung Bale Sumur Bandung, which is, terletak di jalan Cikapundung.. Anehnya, begitu turun dari motor, saya tiba-tiba berkata pada diri saya sendiri, ngapain pula saya ada di sini, sendirian..tapi ya sudahlah, karena sudah terlanjur sampai, maka saya mulai menjelajah emperan itu untuk mencari buku yang awalnya saya maksudkan untuk dicari.
"Cari apa neng..?" "Hmm.." ragu akan penjual,...tahu ga ya, maksud saya cari barang apa.. "Ada buku tipografi..??" "Oohh.." lalu, dia mencari temannya yang berjualan buku di section tertentu, dengan saya berada dibelakang, bermimik heran, -oh..dia ngerti ..?! "..hei..buku potograpi cenah!!" lanjut penjual yang tadi.. -JEHH..!!!
Itulah..sedikit sekali yang pernah dengar tipografi, pasti menyangka potografi ->fotografi. Kalaupun dia tau tipografi, pastilah itu anak desain, atau orang yang berwawasan luas, atau yang ga sengaja pernah baca, dimanaaaa...gitu. Jadilah saya dihadapkan oleh penjual yang umurnya ga jauh beda sama saya, ber elu-gue, yang sedang melahap mangga, dengan rakusnya.. Anehnya, padahal kalau kamu lihat caranya makan mangga..totally uncool..benar-benar serakah, dan ga ber-manner, tapi entah kenapa, saat itu saya merasa fokus saya yaitu pada mangganya, dan anehnya, saya tergiur.. Kemudian temannya ada yang menegur..
"Ga puasa, kamu!!..ih..ga malu!!" oh, pantas saja saya tergiur, saya lapar.. Langsung saja itu mangga dia lempar, serius saya, itu langsung dia lempar, hampir kena temannya yang barusan ngomong, malah.. Berawal dari saya, yang melihat-lihat buku edisi fotografi, yah..berhubung buku tipografinya ga ada..
"Suka fotografi, teh??" tanya si penjual, yang belakangan saya tahu namanya yaitu .. (disamarkan, kita sebut saja Udin) "Hmm.." saya jawab saja seiyahnya, sambil serius sama buku yang saya pegang.. "Saya juga suka fotografi.." lanjut si Udin, yang sempat membuat saya staccato dalam membalik-balik halaman buku. Agak heran, saya lirik sambil, sedikit senyum menyelidik.. "Suka foto-foto gitu, teh??" si Udin lagi, bukunya udah mulai saya buka-buka lagi .. "Iyah.." jawab saya, yang tidak dinyana, dibalas dengan .. "Saya juga suka foto-foto teh, di sekitar Bandung lah..sama temen2.." staccato lagi, ga salah denger, saya?? "Oh, ya??" penuh dengan rasa tertarik.. "Teteh pake kamera yang..gitu??" sambil tangannya bergestur yang mengesankan kamera canggih.. "Dslr??bukan..cuma digital pocket biasa, kok.." "Ooh..kalo saya suka pake kamera lubang jarum??" apa itu, lubang jarum..nampak pernah dengar.. "Lubang jarum??..Oooh" dengan wajah yang, ga mau ketahuan kupernya, padahal ga yakin tau, lubang jarum itu kayak apa.. "Iyah..ditaro, dimanaa...gitu, ntah kalo udah, ditutup, trus jadi deh..potonya.." akhirnya mengalah, "Lubang jarum itu yang kayak gimana sih??" "yah..masa teteh ga tau sih??.." edan..ngeremehin.. "..ituloh..yang dari kaleng, dikasi lubang, dicat item dalemnya gitu.." akhirnya saya inget. "Ooh..iya..iya..saya tau..pake apa ambilnya emang??film ato gimana??" "ada kertas khususnya teh.." Lalu tercipta lah percakapan yang panjang, dari berbicara soal kamera, sampai tempat serupa, yang berjualan buku-buku kayak gini, di daerah Jakarta..
"Wah..jangan coba-coba deh, saya aja yang gini, ..kapok!! Apalagi teteh, perempuan lagi.." "Emang kenapa disana??" dengan polosnya saya bertanya.. "Banyak premanisme-nya.." Lalu dia bercerita, betapa pernah dia hampir adu jotos, gara-gara cuma pegang sampul buku, tapi gajadi beli, ato cuma liat-liat aja, ga pegangpun, dipaksa harus beli..Widiih..serem dah..
Lalu mencoba balas dendam juga, saya bertanya.. "Tahu kamera Lomo ga??" "Apaan tuh teh???" "Yah..masa ga tau sih??.." ...
Lalu berlanjut pada teman-temannya yang ternyata satu kampus sama saya, tapi beda jurusan dan angkatan..berlanjut pada betapa dia banyak kenalan, sampai-sampai diajakin manggung, dan bisa masuk workshop di Selasar Sunaryo, menyelinap, gratis, karena temannya jadi panitia.. and so on..and so on.. Sampai akhirnya berujung pada saya, yang mendapat potongan harga atas dua buku yang saya beli..
Hmm..senangnya punya teman baru .. Penjual buku dan kamera lubang jarumnya ..
Pernah kah anda mengalami kesialan??? Ouh..tentu saja pernah.. yakin saya.. hmm..kalau kesialan itu berupa kehilangan, yang merupakan akibat dari sebab yang dinamakan 'kebodohan', what would you do??
Dimulai dari suatu sabtu, hari itu, saya pulang bareng sama teman kuliah satu jurusan, yang searah rumahnya dengan saya, baru beberapa blok dari kampus, bressh.!! hujan besar yang membuat kami berhenti di suatu tempat untuk berteduh, yang membuat kami kemudian bertukar cerita hantu, yang membuat saya berkali-kali mengecek hp kalau2 ditelepon orang rumah, dan yang membuat kami menyadari, bahwa kami berteduh di suatu warnet, dan kemudian seketika saja, kami sudah duduk di ruang masing2, menjelajahi dunia maya, sampai hujan ganas itu mereda.. Hari sudah gelap, hujan sudah reda, melaju lah saya pulang, bersama teman saya itu.. setelah di daerah buahbatu, teman saya itu turun, dan berterima kasih, lalu menyebrang jalan raya, untuk berpulang, bukan ke rahmatullah, tapi ke rumahnya. Naluri ngebut saya berkata, untuk mengedepankan tas saya, artinya, menaruh tas saya di depan.. tapi nampaknya posisinya yang "kurang beruntung", menyebabkan saya menyadarinya di sekitar pasar yang biasa saya lalui kalau perjalanan pulang..
"kok, posisinya gini..??" DEG!!
Langsung disitu juga langsung muncul firasat buruk, perut mulas, sambil curi pandang ke tas, sekonyong-konyong melihat bagian depan tas yang menganga, tidak ter sleting, yang merupakan tempat saya menaruh hp saya-dua-duanya-, juga flashdisk, juga dompet, juga STNK..!! Belum diyakinkan, saya udah pengan nangis ajah, lalu mencari tempat, untuk meminggir, artinya mepet lalu berhenti di pinggir. Saya cek, terlihat, dua buah hp, flashdisk, tapi dompetnyah!!! DOMPETNYA GA ADA, DEMI TUHAN !!!! Ada ktm, 2 atm, ktp, sim, uang, dan STNK !! yang secara bodohnya saya selipin dalem dompet .. Hah....langsung lemes disitu, nasngis histeris tanpa suara, ga ada orang yang liat, berhubung gelap. Lalu melaju ke rumah, dengan perasaan yang ga karuan.. Menetralkan ekspresi, bersiap masuk rumah ..
Disambut ibu ayah, tapi wajahku memasang senyum munafik, dengan wajah pucat, dan gesture yang gugup.. Setelah ayah menghilang dari pandangan, segera saja saya menarik tangan ibu ke mushala, dan menceritakan semuanya dengan airmata yang bercucuran, dengan intensitas yang berlebih.. Ini semua karena aku takut dimarahi ayah, tapi lebih karena mengutuk kebodohan diri sendiri, tapi juga, lebih karena aku takut dipisahkan dari si siti, motor, teman tercintaku, dikala aku tidak tahu harus kemana membuang rasa yang buruk-buruk. Akhirnya, ibu menyuruhku sholat dulu, lalu menghadap ke ayah, yang pada saat itu, bukan lagi sesuatu yang aku takuti, ini semua harus dihadapi, dan aku merasa ini akan menjadi yang terburuk, sudah mati rasa takut saya saat itu. Jadi tanpa tangis aku hadapi ayah, yang sudah terlebih dulu mendengar 'laporan' dari ibu. Rasanya menjadi orang lain. Orang lain yang berada di ruangan yang sama, memandang anak perempuan yang sudah tidak peduli apa yang akan terjadi pada dirinya sendiri, dengan wajah sepucat hantu, dan mata yang merah, tanpa tangis, hanya ekspresi tegar yang dibuat-buat..
-tidak perlu saya ceritakan kronologi eksekusi nya .. -
Yang jelas, malam itu juga, saya menyusuri jalan yang sama yang tadi dilalui, dengan berpikir bahwa saya ini layaknya mayat hidup saja .. Tapi jujur, sepanjang perjalanan saya sudah yakin dompet saya tidak akan ketemu, mungkin akan dikembalikan sama orang mulia .. Berawal dari tempat ngenet, yang seperti saya duga, tidak ada dompet saya disitu .. Lalu menuju kantor polisi di daerah entah mana, saya lupa.. Yang jelas, saya ingat bagaimana tepatnya, saya turun dari motor, dihadapkan dengan petugas yang sedang menonton tv, dan merokok, lalu dengan enteng berkata ..
-...emh..nampaknya tidak usah saya kutip..-
Intinya saya pulang tanpa membawa hasil, kecuali muka bengis-pasrah yang saya tunjukkan sama bapak-bapak berkumis tadi. Lalu saya sampai ke rumah ..
-tidak perlu saya ceritakan kronologis eksekusi nya .. yang kedua..-
Yang jelas, malam itu juga, langsung saya sms beberapa stasiun radio untuk mengumumkan kehilangan saya,, just in case, ditemukan seseorang.. Tapi entah kenapa saya punya firasat.. Pernah kamu punya firasat kuat ?? Meskipun jika kita berharap sama firasat yang belum muncul juga, ini, akan menjadi.. Harap-harap cemas ?? Saya begitu.. Firasat saya,,, dompet saya akan dikembalikan sama orang mulia .. Siapapun yang mengembalikannya adalah orang yang sangat baik ..
Paginya saya terbangun .. Sehabis mimpi indah, padahal.. Tapi ternyata kenyataannya pahit, masih tetap sama.. Padahal saya berharap mimpi tadi yang jadi kenyataan, dan hilang dompet yang adalah mimpi, yang buruk.. Tapi sayang..itu semua salah.. Dengan gontai menuju kamar mandi..siap-siap untuk ke kantor polisi pagi-pagi.. Lalu, supir saya datang, dan berkata pada saya, untuk pakai baju yang agak jelek, kalau bisa. Kenapa, saya tanya, agar tidak dikira orang berpunya, jadi tidak akan diminta uang banyak.. ???, yasudahlah saya menurut saja.. Baru selangkah dari pintu rumah, supir saya tiba-tiba muncul dari luar pagar seakan baru menerima tamu, dan kemudian mengacungkan dompet milik saya-Dompet pemberian-warna ijo army-
Hh..perasaan saya sama seperti ketika saya melihat tukang pos, melalui pagar yang sama, memberikan amplop bertuliskan 'surat kelulusan'. Langsung saya sun, tangan ibu dan bapak yang berkunjung ke rumah saya, early in the morning, mengembalikan dompet saya, yang entah dari mana.. Dia berkata, dompetnya ditemukan di pasar, tanpa uang dan stnk.. Padahal sepasang suami istri itu, -oyah, mereka bawa anak juga, yang masih bocah- datang jauh-jauh dari perbatasan kota menuju rumah saya untuk mengembalikan dompet itu, sungguh mulia sekali.. Katanya sang bapak menemukan dompet tergeletak begitu saja di malam kemarin, sepulang dari tempat kerjanya.. Oh thank god.. At least saya ga perlu ngeblokir atm, ngurus ktm dan ktp yang baru, juga SIM !! Hari itu juga saya berangkat menuju kantor polisi, tepat setelah mereka bertiga pulang..
Dan kemudian mengurus stnk di kemudian hari, yang tentu saja, mengorbankan uang pribadi, dan membuat saya miskin bulan itu ..
Semoga keluarga itu selalu diberikan rizki yang tiada putus, dan menjadi keluarga sakinah, amiin ..
Buat kamu, jangan lupa ya..!!!
JANGAN BIARKAN TAS TIDAK TERTUTUP !!!! IT IS FATAL !!!!
menjadi koordinator pameran yang beranggota minim sungguh melelahkan.. tapi saya senang..karena terbayang, banyak umat juga nampak tidak membantu.. apalagi kalau cuma rehe..sok nampang tapi gada gawe.. GET LOST aja deh!!
Intinya..inilah hari terakhir bagi saya, untuk membeli bahan buat packaging,, which is berlokasi di balubur (suatu kawasan daerah Bandung, tempat membeli alat tulis, senirupa, and stuff), which is tutup jam 5 sore..
dan kemudian...aku menuju tempat print untuk mengeprint (yaiyalahh...), poster, and stuff.. eh..ternyata, para dosen yang sangat baik hati itu, secara tidak langsung, menyuruh saya untuk mngambil stempel pesanan mereka di daerah karapitan..which is, very far..
lalalala...menghindarlah diriku..eh, dasar, ada teman saya yang sedang agak kurang pintar jam ituh, dia menerima tawaran tersebut, dan tetep, transportasi.. GW LAGIH!!! damn..pergi lah saya..baru sampai persimpangan pahlawan.. buset, lampu merah mati, macet total...which is totally wasting time..!!!
menuju karapitan, yang kemudian jalanan menuju sana pun penuh karena jam pulang kerja.. sampai disana, ambil stempel, dan mampir ke singgalang, which is, ga jauh beda sama balubur. bahan packaging terbeli sudah..dan teman saya yang aga kurang pintar tadi, yang duduknya terlalu sorong ke depan (nampakny dia lupa bahwa saya ini wanita, bukan pacarnya), yang membuat helm saya terbaduk-baduk sama helmnya..agak kesal juga saya, tapi nampaknya selain agak kurang pintar, agak kurang dengar juga, berkali-kali saya "berteriak dengan sabar", agar duduk agak ke belakang, saya tidak dihiraukan.
teman saya ini, nampaknya lupa bayar parkir, dan lalu setelah kembali ke kampus, dan bergegas pulang, menjemput adik saya..(oyah, saya lupa menceritakan bagian dimana, 3 gulung kertas tisu, which is akan saya gunakan untuk packaging, hanya terbalut kertas bon kuning, saya selipkan ke tas selempang sayah..) setelah saya sampai di depan hidung adik saya, saya dapati tas selempang saya, tanpa kertas tisu seharga 18ribu terselip didalamnya, nampaknya terbang di tengah jalanan menembus maghrib yang mencekam, dan menyebabkan saya tercengang tidak berdaya..."EIGHTEEN THOUSAND!!!" dimulailah pencarian di sore yang sudah gelap itu, menyusuri jalan balik tadi, sampai kira2 di daerah dimana saya melakukan kebut-mengebut.. yasudahlah, ya...hari udah malam pula..give up lah saya... pulang dengan speechless..dan bayangan 18ribu bersayap terbang meninggalkan diriku...
PS: 1. Jangan ngebut 2. Jangan naro barang dengan kondisi riskan 3. Jangan lupa beri hak orang kecil (bayar parkir) 4. Jangan boncengan sama temen yang aga kurang pintar
Hari ini kuterbangun dari mimpi.. Mimpi yang aneh sekaligus indah. Mimpi ini melibatkan aku dan seorang yang nampak familiar tapi sesungguhnya aku tak mengenalnya, aneh bukan? Yah..namanya juga mimpi.. Dalam mimpi ini, orang tersebut dan aku adalah sepasang orang yang saling mencintai, dan menghabiskan hari-hari bersama. Sungguh romantis.. Dalam mimpi ini aku memakai sweater mickey mouse, maka ketika kuterbangun di pagi harinya, kuputuskan untuk memakai sweater mickey mouse hari ini, siapa tahu sang pangeran muncul hari ini, entah siapapun itu..
Aku pun menuju kampus, dalam rangka menjalankan kewajibanku, sebagai mahasiswa yang berbakti. Aku pergi ke kampus bersama ibu, karena beliau pun mau ada rapat. Baru sampai parkiran, aku melihat sesosok yang sangat aku tidak doyan melihatnya. Ya sudahlah ya..ga usah diceritain pula, bagaimana aku sampai tak suka padanya. Sosok ini, nampak hendak pulang, dan aku melakukan hal yang aku sesali hari itu, hari ini.
Aku memarkir motorku, tak jauh dari tempatnya mematung.
Yang membuat sosok tak diingankan ini, memanggilku..pura-pura ku tak mendengarnya, sampai kedua kali, sampai dengan sangat terpaksa aku menolehkan kepala pada sosok yang tak kudoyan itu. Yang membuat sosok ini berkata,
"Ngapain ci..ke kampus?" eh..suka-suka gw dong.. "Ngurus pameran.." jawabku asal "tapi ga ada sapa-sapa Lho..!!" ya udahlah ya..lu balik aja, knapa? "yaiyalah..orang baru mulai juga, jam 10!" jawabku, mulai ketus "emang pamerannya kapan?" idih..ni anak, pulang ajah sanah!!! "sabtu ini, dari senin lagi persiapan!!" jawabku, dengan perasaan ingin melempar penggaris besi padanya, agar berhenti bertanya, lebih tepatnya, berhenti bersuara! "ah..gw ikutan ah..banyakan ga??" aahhh....ga usah pula lu ikutan..UDAH PULANG AJAH LAGI!!!!!! AAARGGHH,,MALAS AKU MELIHATMU!! "dikitan banget, ga sampe 10 orang" dalam rangka membuat dia urung. Lalu sosok ini pun memarkir kembali motornya, dan mematikan mesin, lalu menyimpan kembali helmnya, *ngingintil diriku.. OH..TUHAN!!!!
Dengan wajah memelas, dan perasaan yang memelas juga, aku mengutuk dalam hati, dan ibu, yang sudah berjalan duluan, berada di gedung kimia, melambaikan tangannya padaku.. Aku pun membalas lambaiannya, dengan wajah memelas. Hiks..! Berharap di kampus sudah ada yang lain, sehingga tak perlu kubuang waktuku dengan kesialan bersama sosok "unwanted" ini..and, you know what? Yupp...di kelas ga ada sapa2...PERFECT!! Dan sosok ini masih *ngingintil diriku di belakang, berjalan mengelilingi kelas, lalu berkata bahwa karya-karya kita sudah ada yang memasangi ke panel pameran..
dasar bodoh, idiot, imbisil!!!
Entah IQ nya berapa, bukankah sudah jelas tadi kukatakan bahwa dari senin, aku dan teman-teman mempersiapkan pameran, sudah jelaslah pasti kami-kami lah yang memasang itu semua, ngapain pula tu anak ngomong begitu, seakan-akan aku baru hari itu datang ke kampus.. Lalu dia menuju tugas yang berbahan gipsum, miliknya, yang sudah kami tata sedemikian rupa di atas alas karton hitam. Dengan polosnya dia menggeser posisi si gipsum punyanya, yang membuat bekas putih diatas alas hitam tersebut..lagi-lagi ..kebodohan! Dan tentunya tidak mau aku buang energi aku, dengan memarahinya, biarlah dia begitu, sudah dari lahirnya kali, otaknya agak ga beres..
Merasa tuhan sedang memberi peringatan - agar tidak membenci seseorang secara berlebihan, dengan memberiku karma "1jam bersama 'unwanted' creature"- dengan wajah memelas, lagi, aku meninggalkan kelas, turun tangga, meninggalkan sosok yang sedang bicara pada diriku (yang sudah tidak lagi di ruangan yang sama dengannya) ”..eh, ci..mau kemana kamu??....” Anywhere without you..
Duduk di basement. Menunggu pasukan lain yang sudah memberi kabar lewat sms, bahwa mereka on the way.. Eh..si imbisil ini ikut nimbrung..dia duduk juga di basement! Oh..shit..oh..damn.. “Ngapain ci, disini..?” “Nunggu Riri!!”dengan ekspresi yang..sungguh, kalo orang sehat, normal, waras melihatnya, pasti tahu bahwa aku benar-benar, sungguh-sungguh tidak mau membuang energi dengan menghabiskan waktu bersama sosok ini, apalagi mengobrol!! Malas juga lah, ya..kalo muka gw madep ke depan dia, lalu kupalingkan mukaku kebawah, yang sialnya ku malah melihat seekor kad*l , another creature that I hate, meliuk-meliuk, dengan badannya yang licin, herang, merayap dengan gesitnya, membuatku bergidik, dan lebih memilih sosok manusia di depanku. (Haha..sosok ini dibandingin ma reptil..)
“Ci, kata gw mah, yang laen pada ga dateng kayanya..” “Kenapa..? Kamu mau pulang? Yaudah pulang ajah..” ..lebih baik ku tak melihatmu..yes..yes..pulang kamu.. “Ah..ga enak lah, ci..kan udah sampai sini..” Yah..padahal pulang ajah..ahhhhh..TUHAN!!!!
Tiba-tiba kuberjalan pergi.. “Kemana ci??” Mau tau ajah si lo.. “Jajan..!!” udah, ya..?! ga usah dideskripsiin lagi ekspresi saya..
Menuju kopma..dan membeli minum, lalu berbincang-bincang dengan si Aa penjaga distro..
Tidak lama kemudian, berdatangan lagi teman-teman seperjuanganku, dan kita melangkah menuju ruang pameran, dengan tidak mewaro hal-hal yang diutarakan, diselatankan, dibaratkan, maupun ditimurkan oleh si sosok ini, seakan dia hantu, tidak kelihatan, tidak kedengaran, tapi tentunya, *ngingintil diri kami..
Sampai akhirnya beberapa jam kemudian..
“Ci..udah kan? Ini aja kan?” “Kenapa? Mau pulang? Sok aja pulang!” dengan tempo yang sangat cepat, yang bahkan kalo orang sehat, normal, waras mendengarnya, pasti tahu bahwa aku benar-benar, sungguh-sungguh mengharapkan sosok ini menghilang dengan segera.
Lalu pulanglah si sosok peniru M. Jackson yang menyedihkan ini.
Ketika tiba waktu makan siang..kita berlima, saya, dan teman-teman seperjuangan, “memanfaatkan uang dengan sebaik-baiknya” untuk jatah makan, kita makan di luar, lalu kembali ke kampus. Dan kutemukan diriku, terpaku menemukan bekjul berplat nomor belakang **, yang berhelm 2, yaitu tipe kumbang satu-kumbang yang sangat menggemaskan, tentunya-, dan satu lagi helm kulit -helm kulit yang seksi, tentunya-. Hag..hag…kutahu siapa yang sedang di sekitar sini..ah..sosok idolaku, yang sudah sekian lama tak kubertemu!!! Ahhhh!!!! Ku penasaran sudah seberapa gondrongkah rambutnya yang ikal nan seksi itu sekarang?? Sambil jantung berdegup, timbul tenggelam, mataku lalu..lalu..LALU…beradu pandang dengannya!!! Dengan sosok idolaku tercinta!!!! MIKA WANNABE !!!
Ahh..hampir tersenyum aku, dasar bodoh!! Dasar Aci bodoh!! Jangan senyum,bego!! ACT NATURAL!!!! NATURRAAAA…LLL!!!!! Melenggang dengan PD-nya, sampai kemudian aku dipanggil..
“CI..!!” Oh..teman-temanku “singgah” dulu ke warung dalam rangka “memanfaatkan uang dengan sebaik-baiknya”.. Tarik napas…keluarkan perlahan, ulangi 5 kali, tenangkan dirimu, Ci.. Persiapkan dirimu yang akan melewati sosok idolamu!! (Lebay..yah?? Si Aci?)
Aahhhh…gapapalah hari ini ketemu si sosok imbisil..kalo pulangnya dibayar dengan bertemu sama si Mika Wannabe.. Eh, sebagai catatan, aku memakai sweater Mickey Mouse itu lho, advice dari mimpi romantis yang anonim. FYI, motif aku beli sweater itu juga demi si MW (Mika Wannabe).. Hag..hag.. Hanya karena dia pake sweater Mickey Mouse, jadilah si aku menuruti jejaknya.. Hag..Hag.. Ternyata aku juga suka *ngingintil..!!
Orang Indonesia kebanyakan suka terlalu berlebihan dalam menghadapi sesuatu, terlalu lebay gitu, overrated, contohnya, kelahiran bayi.
Ketika seorang bayi hendak lahir, diruang tunggu rumah sakit, sang Ayah berjalan gelisah, mondar-mandir, kadang merokok lebih banyak dari biasanya, setelah sang bayi lahir, akan disambut dengan sukacita, penuh kebahagiaan, dan ketakjuban, betapa besar kuasa Allah bisa menciptakan manusia baru, dalam rahim seorang wanita, seorang ibu, Orang Indonesia begitu, atau semua orang di dunia begitu? Nah kalo Ayah saya lain, begitu saya lahir, dan diberitahu sama dokter kalo bayinya perempuan, dia marah. Dia malah marah sama Tuhan, dia merasa ditipu, karena selama masa kandungan, ciri-ciri yang ditunjukkan sama si jabang bayi, well, dalam kasus ini, Saya, menunjukkan bahwa saya ini laki, jadi si Ayah merasa Tuhan mengubah jenis kelamin saya dalam sekejap, padahal itu mustahil. Mungkin saya memang menunjukkan ciri-ciri bayi laki semasa dalam kandungan, tapi bukan berarti saya laki, buktinya saya terlahir perempuan. Dan entah masih dalam perasaan kecewa dan kerinduan akan seorang bayi laki, si Ayah sering mendandani saya seperti laki, dan entah kenapa, saya pun tingkah lakunya tidak seperti anak perempuan. Ayah memotong cepak rambut saya, selalu cepak sampai saya kelas 3 SD(?!). Lalu saya kebanyakan pakai celana pendek, daripada rok, saya juga dianggap terlalu aktif untuk seorang anak perempuan, kalo disuapin makan, ga pernah dalam satu tempat, pasti, satu suap, lalu berkelana, satu suap, berkelana lagi. Pernah, dalam satu kali makan, saya menghabiskan waktu makan pagi sampai makan siang, sehingga setelah makan pagi itu, 2 jam setelahnya saya makan siang. Sering juga disebut sebagai trouble maker, begitu saya menemukan hal baru, saya langsung "bermain" dengan benda itu. Sebagai contoh, menemukan gunting-lalu taplak meja dan sprei jadi korban, menemukan parfum-air minum dalam gelas ibu jadi 'beverage baru' (untung ibu cepat menyadari, dan tidak sempat meminumnya), menemukan kartu kredit-jadi bahan puzzle, menemukan sambel-senjata makan tuan, mata saya sendiri jadi korban, menemukan perhiasan emas-bermain hide and seek, dan menjadi ibu dermawan, atau dalam kasus ini, anak dermawan. Semua hal yang saya lakukan, membuat semua orang terllibat masalah, dan si Ayah memarahi semua orang, juga saya, tapi apa reaksi saya? diam, tanpa reaksi, seperti anak autis. Itulah Orang Indonesia, atau cuma saya aja?!
Menjelang berapa harinya, atau berapa bulannya si bayi itu, diadakan sukuran. Orang Indonesia memang begitu, suka ngada-ngadain. Tapi bagus juga sih, soalnya biasanya di acara itu si bayi, dikasi berbagai macam kado: mainan, popok, selimut, kaos kaki, berdus-dus makanan bayi. Jadi yah..menurut saya kebiasaan Orang Indonesia yang ini cukup menguntungkan, dan mungkin saya juga akan mengadakan acara ini, kalo nanti saya punya bayi.
Setelah beberapa tahun berselang, si anak sudah mulai merangkak, lalu berjalan, dan berbicara, keseimbangan sudah mulai stabil, dan si anak pun merayakan ulang tahun!! Orang Indonesia masih suka merayakan ulang tahun seperti ini, dalam rangka membuat anaknya merasa bahagia, diperhatikan, dan yang paling saya suka, diberi kado. Saya pun dirayakan ulang tahunnya, entah sampai 3 atau 7 tahun, saya lupa. Di ulang tahun saya, teman dan saudara diundang, yah..saya tidak ingat semua itu, kalo tidak ada foto. Entah kenapa saya memang mungkin punya masa kecil yang tidak bahagia, sehingga saya tidak ingat masa kecil saya. Logikanya, ulang tahun itu, berarti bertambahnya usia kita, dan berkurangnya sisa waktu kita di kehidupan, tapi kok malah dirayain yah?! Aneh-aneh aja, Orang Indonesia suka mengikuti adat yang asalnya bukan berasal dari negara kita, tapi ya..berhubung si anak bahagia, dan diberi kado, mungkin kalo saya punya anak nanti, akan saya rayakan juga, selama beberapa tahun pertama, kalo punya duit..